Pesawat Tempur Su-27 TNI AU Kawal dan Daratkan Pesawat Tampa Ijin Terbang

Pesawat Tempur Su-27 TNI AU Kawal dan Daratkan Pesawat Tampa Ijin Terbang

KabarIndo1 - SOC Kosekhanudnas II telah mendeteksi ada pesawat asing yang melanggar kedaulatan wilayah udara Indonesia di Selatan Sulawesi. Pesawat tempur Sukhoi dengan persenjataan rudal dari udara ke udara diutus untuk mengidentifikasi pesawat tersebut dan melaksanakan intersepsi.

Dari hasil identifikasi ternyata pesawat asing tersebut tidak memiliki izin terbang melintas di wilayah udara Indonesia, sehingga Kosekhanudnas II memerintahkan pesawat tempur Sukhoi untuk memaksa mendarat (Force Down) pesawat asing tersebut di Pangkalan Udara Sultan Hasanuddin Makassar.

Selama proses pendaratan, pesawat tempur Sukhoi tetap terbang berputar di atas Pangkalan Udara Sultan Hasanuddin sampai pesawat asing tersebut mendarat dan diambil alih oleh Paskhas TNI AU, Intelud dan Satpom Lanud Sultan Hasanuddin. Setelah mendarat dan Paskhas TNI AU mengepung pesawat asing tersebut dan TNI AU melaksanakan pemeriksaan terhadap seluruh awak pesawat dan penumpang pesawat asing tersebut untuk mendapatkan informasi lainnya mengenai antisipasi terdapatnya barang-barang berbahaya, ilegal ataupun kondisi lainnya yang terkait pelanggaran wilayah udara nasional.

Demikian gambaran salah satu skenario latihan satuan Sriti Gesit 2019 di Bandara Sultan Hasanuddin, Kamis (14/3/2019) yang melibatkan Skadron Udara 11, Skadron Udara 5, Wing II Paskhas, Batalyon  Komando 466 Paskhas, Detasemen Hanud 472 Paskhas,  Satpomau, Unsur Hanlan, Rumah Sakit serta Intelpam Lanud Sultan Hasanuddin maupun pihak Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.

Dalam latihan Sriti Gesit tahun ini juga dilaksanakan Gladi Posko, pengintaian udara di daerah ALKI II dan ALKI III oleh pesawat Boeing 737, pengeboman dan perlindungan udara oleh pesawat tempur Sukhoi, penanganan kondisi darurat penerbangan oleh Crash Team Lanud Sultan Hasanuddin dan Bandara Sultan Hasanuddin, simulasi pemadaman kebakaran pesawat, pertahanan pangkalan serta evakuasi medis yang melibatkan seluruh personel Lanud Sultan Hasanuddin, serta melaksanakan hijacking terhadap pesawat dan melatih kesiapan Hanud Titik yang dilaksanakan Denhanud 472 Paskhas.

Selain itu juga dilatihkan SAR dalam pertempuran dan pengungsian medis udara yang dilaksanakan Batlayon Komando 466 Paskhas, Rumah Sakit dan pesawat helikopter NAS Super Puma Skadron Udara 6 yang melaksanakan standby SAR di Lanud Sultan Hasanuddin. (DispenAU)

Berita Terkait:

Share this:

Add your comment
Hide comment

Disqus Comments

This website uses cookies to ensure you get the best experience on our website. More Info